Rabu, Mei 6, 2026
BerandaKaltimAir Tak Kunjung Mengalir, Emak-Emak Long Ayan Datangi Kantor Kampung Sambil Gendong...

Air Tak Kunjung Mengalir, Emak-Emak Long Ayan Datangi Kantor Kampung Sambil Gendong Bayi

KAYANTARA.COM, BERAU, Long Ayan – Puluhan emak-emak di Kampung Long Ayan mendatangi kantor kampung, memprotes tidak mengalirnya air bersih meski proyek infrastruktur senilai hampir Rp9 miliar disebut telah rampung sejak 2025.

Aksi tersebut berlangsung dibawah terik Matahari, namun tetap kondusif. Sejumlah ibu terlihat membawa bayi mereka, sebagian lain menggandeng balita. Mereka juga membawa spanduk bertuliskan “Air Bersih Hak Kami, Bukan Janji!”, “Proyek 9 Miliar, Air Mana?”, dan “Cegah Stunting, Mulai dari Air Bersih”.

“Kami kesulitan air setiap hari. Padahal proyeknya sudah lama selesai. Kami hanya ingin kejelasan,” ujar salah satu warga.

Keluhan juga disampaikan dengan nada kritik terhadap program pemerintah. “Katanya mau cegah stunting, tapi air bersih saja tidak mengalir. Bagaimana kami mau jaga kesehatan anak-anak?” timpal ibu lainnya.

Warga juga mengungkap kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan anak-anak mereka. Dalam beberapa waktu terakhir, kasus muntaber pada bayi dan balita disebut meningkat.

“Akhir-akhir ini banyak bayi dan balita sakit muntaber. Kami curiga air yang dipakai tidak layak konsumsi, apalagi sekarang musim kemarau, air makin susah,” ungkap seorang ibu dengan nada cemas.

Warga mempertanyakan fungsi fasilitas yang hingga kini belum bisa dinikmati. Mereka menilai, dengan anggaran besar, seharusnya pelayanan air bersih sudah berjalan optimal dan tidak lagi menjadi persoalan mendasar di kampung.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kampung Long Ayan menjelaskan bahwa proyek tersebut masih menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

“Awalnya dari pihak PU menyampaikan kendala karena tenaga pompa masih menggunakan solar cell, sehingga tidak mampu menaikkan air ke bak penampungan. Setelah itu sudah diupayakan masuk listrik PLN dan pompa sudah menggunakan listrik, tetapi air tetap tidak mampu naik ke penampungan,” jelasnya.

Ia mengaku hingga kini belum ada kejelasan penyebab pasti dari tidak berfungsinya sistem tersebut. “Nanti entah apa lagi alasannya, kami juga bingung. Kami di kampung terus berkoordinasi dan mempertanyakan hal ini ke pihak PU,” tambahnya.

Data yang dihimpun menyebutkan, pembangunan infrastruktur air bersih tersebut memang telah selesai secara fisik. Namun hingga saat ini belum sepenuhnya berfungsi, sehingga distribusi air ke rumah warga belum berjalan.

Di sisi lain, warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah terkait agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Mereka meminta kepastian waktu operasional serta solusi sementara untuk kebutuhan air sehari-hari.

Pemerintah kampung menegaskan akan terus mendorong pihak terkait agar segera menyelesaikan kendala teknis yang ada, sehingga fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran besar tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat. (*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments