Senin, Agustus 24, 2026
BerandaEkonomiKKI dan KKB 2026 Dorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing

KKI dan KKB 2026 Dorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing

KAYANTARA.COM, TARAKAN — Bank Indonesia (BI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Mengusung semangat “Beudaya MeusareSare” dari Aceh yang bermakna “Berdaya, Bersama-sama”, KKI 2026 menjadi wadah untuk memperkuat UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

KKI 2026 yang berlangsung selama empat hari di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, juga menjadi bagian dari upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

Gelaran tersebut dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 diselenggarakan BI dengan melibatkan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Sinergi lintas sektor tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing UMKM, memperluas akses pembiayaan, mempercepat digitalisasi, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk UMKM.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu bangkit, tangguh, dan berdaya saing,” ujar Destry Damayanti saat membuka KKI 2026.

Menurutnya, semangat bangkit mencerminkan upaya pemulihan UMKM yang menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun bencana alam. Sementara itu, ketangguhan diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Adapun daya saing diperkuat melalui inovasi produk serta perluasan akses pasar, baik domestik maupun ekspor.

Selama penyelenggaraan KKI 2026, pameran secara luring di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM. Sementara itu, pameran secara daring melalui platform Karya Kreatif Indonesia melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

KKB 2026 Perkuat Potensi UMKM Kalimantan Utara

Sebagai bagian dari rangkaian Road to KKI 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara kembali menyelenggarakan Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 pada 27–30 Agustus 2026 di Bundayati, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Memasuki tahun ketujuh penyelenggaraan, KKB menjadi salah satu upaya BI dalam mengembangkan UMKM Kalimantan Utara agar semakin adaptif, inovatif, berdaya saing, dan berorientasi pasar.

KKB 2026 mengusung tema “Kreasi Benuanta: Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi Masa Depan”. Tema tersebut menegaskan pentingnya pengembangan ekonomi kreatif dengan tetap mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal sebagai sumber nilai tambah ekonomi daerah.

Pelaksanaan KKB 2026 dikemas melalui tiga agenda utama, yakni UMKM Fair, Forum Kapasitas Pelaku Usaha, dan Competition. Kegiatan tersebut mencakup pameran produk UMKM unggulan, workshop, edukasi, pencatatan keuangan digital, serta ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan inovasi dan kreativitas.

Menjelang pelaksanaan KKB 2026, BI Kalimantan Utara juga telah menjalankan berbagai program peningkatan kapasitas UMKM. Salah satunya melalui program Sekolah Jago Ekspor yang mendorong pelaku usaha meningkatkan kesiapan memasuki pasar global.

Program tersebut berhasil menghasilkan Letter of Intent (LoI) senilai Rp2,9 miliar dari buyer eksportir. Capaian itu menunjukkan adanya peluang yang semakin besar bagi produk unggulan Kalimantan Utara untuk menembus pasar yang lebih luas.

Penguatan daya saing juga dilakukan melalui program onboarding digital. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM dalam memanfaatkan kanal digital untuk pemasaran dan pengembangan usaha.

Di sisi pengelolaan keuangan, pelaku UMKM juga mendapatkan pelatihan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK). Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pencatatan keuangan usaha sehingga UMKM semakin siap menjalin hubungan dengan perbankan dan memperoleh akses pembiayaan.

Melalui KKB 2026, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan berbagai mitra strategis terus memperkuat ekosistem UMKM yang adaptif dan inovatif. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar dan pembiayaan, mempercepat adopsi digital, serta meningkatkan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara. Penyelenggaraan KKI dan KKB 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional dan daerah. Dengan dukungan pemerintah, perbankan, mitra strategis, serta masyarakat, UMKM diharapkan semakin mampu bangkit, tangguh, dan berdaya saing di pasar domestik maupun global. (*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments