
KAYANTARA.COM, TARAKAN – Kebakaran melanda lahan kosong milik Pemerintah Kota Tarakan di Jalan Padat Karya RT 02, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Jumat (21/8/2026) malam. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar empat hektare.
Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata mengatakan personel Kodim kembali diterjunkan untuk membantu proses pemadaman bersama instansi terkait.
“Memang beberapa kali kita turun bersama-sama dengan instansi terkait untuk membantu pemadaman di beberapa titik. Seperti malam ini, begitu ada kejadian di Pantai Amal, personel langsung digerakkan untuk membantu,” kata Danan.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 18.00 Wita. Api membakar rumput dan semak belukar di lahan kosong yang kondisinya kering akibat musim kemarau.
Menurut Danan, kondisi lahan yang kering ditambah tiupan angin membuat api cepat menjalar. Petugas tidak hanya memadamkan titik api utama, tetapi juga berupaya mencegah api meluas ke area lain.
“Kalau melihat kondisi lahannya memang cukup kering. Apalagi ada angin, api bisa cepat berpindah. Jadi yang dilakukan di lapangan bukan hanya memadamkan titik yang terbakar, tetapi juga mengantisipasi supaya tidak meluas,” ujarnya.
Dalam penanganan tersebut, Kodim 0907/Tarakan mengerahkan empat personel dan satu unit mobil pemadam. Sementara BPBD mengerahkan tiga mobil tangki air dan tiga pompa pemadam.
Pemadaman juga melibatkan PMI, Polsek Tarakan Timur, Posal, relawan Kolakar, perangkat kelurahan, serta masyarakat sekitar.
Danan mengatakan koordinasi antarinstansi menjadi bagian penting dalam proses pemadaman. Setiap unsur menjalankan tugas sesuai kebutuhan di lapangan, mulai dari pemadaman, suplai air hingga pemantauan titik api di sekitar lokasi.
“Di lapangan semua saling membantu. Ada yang menangani pemadaman, ada yang menyuplai air, dan ada juga yang memantau titik-titik di sekitar lokasi. Polanya seperti itu supaya pekerjaan lebih cepat,” katanya.
Petugas turut mewaspadai kemungkinan api bergerak menuju permukiman. Jarak rumah warga terdekat dari lokasi kebakaran diperkirakan sekitar 500 meter.
“Kita juga melihat arah api dan jaraknya dengan permukiman. Jangan sampai kebakaran lahan seperti ini kemudian merambat dan menimbulkan dampak ke rumah warga,” ucap Danan.
Setelah hampir lima jam dilakukan penanganan, api berhasil dipadamkan pada pukul 22.45 Wita. Petugas BPBD, PMI dan relawan Kolakar meninggalkan lokasi sekitar pukul 23.27 Wita setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali.
Danan mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat musim kemarau ketika rumput dan semak belukar dalam kondisi mudah terbakar.
“Kalau memang ada aktivitas di sekitar lahan, jangan sampai menggunakan api sembarangan. Kondisi seperti sekarang cukup rawan. Sekali api membesar dan kena angin, penanganannya bisa jauh lebih sulit,” pungkasnya. (sur)

